Tahlil Rutin Bani Iskandar dan Pesan Kebangsaan dari Peringatan 1 Abad NU
16/2/2023
64 menit
Detail Audio
Judul
Tahlil Rutin Bani Iskandar dan Pesan Kebangsaan dari Peringatan 1 Abad NU
Sinopsis
Pengajian Malam Jumat (PMJ) kali ini berlangsung dengan nuansa yang sedikit berbeda. Gus Lik memimpin tawasul dan tahlil yang dikhususkan untuk keluarga besar Bani Iskandar dan para Masyayikh yang telah wafat.
•Dalam kesempatan ini, diperdengarkan rekaman khusus dari KH. Anwar Iskandar yang berhalangan hadir secara fisik karena sedang menghadiri Tasyakuran 1 Abad NU di Tebuireng. Selain memberikan nasihat tentang keutamaan menuntut ilmu, Gus Anwar juga menyampaikan kabar gembira mengenai terobosan kemandirian ekonomi umat melalui kerjasama katering haji antara "Wong Solo" dengan pemerintah Arab Saudi, yang didedikasikan untuk kemaslahatan santri dan perjuangan NU.
Kutipan/Quote Terbaik
•"Kulo kagungan partner usaha... usaha ingkang kelihatannya urusan duniawi, tapi hakikatnya perjuangan agama."
•(Terjemahan Indonesia): "Saya memiliki mitra usaha... sebuah usaha yang kelihatannya adalah urusan duniawi, namun pada hakikatnya adalah perjuangan agama." — KH. Anwar Iskandar
•Dalam kesempatan ini, diperdengarkan rekaman khusus dari KH. Anwar Iskandar yang berhalangan hadir secara fisik karena sedang menghadiri Tasyakuran 1 Abad NU di Tebuireng. Selain memberikan nasihat tentang keutamaan menuntut ilmu, Gus Anwar juga menyampaikan kabar gembira mengenai terobosan kemandirian ekonomi umat melalui kerjasama katering haji antara "Wong Solo" dengan pemerintah Arab Saudi, yang didedikasikan untuk kemaslahatan santri dan perjuangan NU.
Kutipan/Quote Terbaik
•"Kulo kagungan partner usaha... usaha ingkang kelihatannya urusan duniawi, tapi hakikatnya perjuangan agama."
•(Terjemahan Indonesia): "Saya memiliki mitra usaha... sebuah usaha yang kelihatannya adalah urusan duniawi, namun pada hakikatnya adalah perjuangan agama." — KH. Anwar Iskandar
Poin-Poin Penting
Poin Utama (Key Points)
Tawasul Khusus: Pembacaan Fatihah untuk kesembuhan Ibu Puji Lestari (penderita Hidrosefalus) dan tawasul lengkap untuk dzuriyah Bani Iskandar, termasuk KH. Askandar, Nyai Hj. Siti Robiah, dan para sesepuh lainnya.
Absensi Gus Anwar: Penjelasan ketidakhadiran KH. Anwar Iskandar dikarenakan tugas menghadiri peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama di Tebuireng, Jombang.
Keutamaan Majelis Ilmu: Penekanan pada Hadits Nabi bahwa siapa yang melangkahkan kaki untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan jalannya menuju surga.
Kemandirian Ekonomi Umat: Kabar mengenai kerjasama strategis antara Pak Puspo Wardoyo (Wong Solo) dengan syarikah Arab Saudi untuk penyediaan ransum jemaah Haji/Umrah Asia Tenggara.
Filosofi Bisnis Santri: Penegasan bahwa usaha ekonomi yang tampak duniawi, jika diniatkan untuk menopang pesantren dan fuqara wal masakin, adalah hakikat perjuangan agama.
Ajakan Wakaf: Informasi mengenai pembebasan tanah untuk pengembangan kantor NU dan kegiatan sosial senilai 500 juta rupiah.
Tawasul Khusus: Pembacaan Fatihah untuk kesembuhan Ibu Puji Lestari (penderita Hidrosefalus) dan tawasul lengkap untuk dzuriyah Bani Iskandar, termasuk KH. Askandar, Nyai Hj. Siti Robiah, dan para sesepuh lainnya.
Absensi Gus Anwar: Penjelasan ketidakhadiran KH. Anwar Iskandar dikarenakan tugas menghadiri peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama di Tebuireng, Jombang.
Keutamaan Majelis Ilmu: Penekanan pada Hadits Nabi bahwa siapa yang melangkahkan kaki untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan jalannya menuju surga.
Kemandirian Ekonomi Umat: Kabar mengenai kerjasama strategis antara Pak Puspo Wardoyo (Wong Solo) dengan syarikah Arab Saudi untuk penyediaan ransum jemaah Haji/Umrah Asia Tenggara.
Filosofi Bisnis Santri: Penegasan bahwa usaha ekonomi yang tampak duniawi, jika diniatkan untuk menopang pesantren dan fuqara wal masakin, adalah hakikat perjuangan agama.
Ajakan Wakaf: Informasi mengenai pembebasan tanah untuk pengembangan kantor NU dan kegiatan sosial senilai 500 juta rupiah.
Tanggal Pengajian
Kamis, 16 Februari 2023
Durasi
64 menit
Ditambahkan
27/11/2025
Slug
tahlil-rutin-bani-iskandar-dan-pesan-kebangsaan-dari-peringatan-1-abad-nu