PMJ Kademangan: Mengupas Sejarah NU, Piagam PBB, dan Bahaya Doktrin Kebencian
26/1/2023
75 menit
Detail Audio
Judul
PMJ Kademangan: Mengupas Sejarah NU, Piagam PBB, dan Bahaya Doktrin Kebencian
Sinopsis
Rekaman istimewa dari Pengajian Malam Jumat (PMJ) Gus Lik yang bertempat di Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Kajian ini menjadi momentum bersejarah karena bertepatan dengan peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama. Dalam ceramahnya, Gus Lik tidak hanya mengulas sejarah berdirinya NU di Surabaya, tetapi juga memberikan pencerahan mendalam mengenai pandangan hukum Islam (Fiqh) terhadap eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Perserikatan Bangsa•Bangsa (PBB).
•Beliau menekankan pentingnya Fiqih Peradaban untuk menciptakan perdamaian dunia dan menolak segala bentuk radikalisme yang mengatasnamakan agama. Audio ini sangat penting bagi siapa saja yang ingin memahami hubungan antara Islam, Negara, dan Kemanusiaan.
Bapak Haji Ahmad Sujarwo mengawali sambutannya dengan salam dan penghormatan kepada para alim ulama, kiai, serta seluruh jajaran pengurus NU (Mustasyar MWCNU, Tanfidziyah), Banom NU (Muslimat, Ansor, Fatayat, IPNU, IPPNU) di tingkat ranting dan kecamatan Kademangan, Blitar, serta aparat pemerintahan setempat (Camat, Kapolsek, Danramil, KUA, Kepala Desa Plosorejo).
•Beliau menyampaikan rasa syukur (3:56 • 6:53) atas perayaan Satu Abad NU, sebuah momentum yang mungkin hanya dialami sekali seumur hidup oleh para hadirin. Perayaan ini diharapkan memperkuat keimanan (6:53 • 10:14) pada ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah An•Nahdliyah dan menjaga warga NU dari paham•paham yang menyimpang.
•Puncak sambutan adalah penjelasan tentang makna sejarah dan peran global NU (10:14 • 15:46). Beliau menceritakan bahwa NU didirikan 100 tahun yang lalu di Bubutan, Kebon Dalem, Langgar Kipo, Surabaya, melalui musyawarah para ulama Jawa Timur. Ia menekankan bahwa NU adalah organisasi yang besar, luas, dan mendunia (sudah ada PCNU di Cina, Amerika, dll.) dan didirikan oleh para waliyullah (Mbah Hasyim Asy'ari).
•Selanjutnya, beliau menyampaikan empat kewajiban utama (15:46 • 29:30) bagi warga NU, yang intinya adalah menjaga agama, menjaga negara, menjaga amanah, dan merawat umat.
Acara peringatan Satu Abad NU di MWCNU Kademangan (29:30 • 32:45) juga diisi dengan berbagai kegiatan: lomba•lomba (SD/MI), Sema'an Al•Qur'an (Jami'atul Qurro' wal Huffadz), dan puncaknya adalah pemberangkatan lima bus anggota NU dan Banomnya ke Sidoarjo pada 6 Februari 2023 untuk mengikuti peringatan Harlah Satu Abad NU.
•Penutup (32:45 • 35:40) disampaikan dengan permohonan maaf dan dilanjutkan dengan tausiyah oleh Al•Mukarrom Romo Kiai Haji Marzuki Mustamar pada acara peringatan Rajabiyah yang akan datang.
•Beliau menekankan pentingnya Fiqih Peradaban untuk menciptakan perdamaian dunia dan menolak segala bentuk radikalisme yang mengatasnamakan agama. Audio ini sangat penting bagi siapa saja yang ingin memahami hubungan antara Islam, Negara, dan Kemanusiaan.
Bapak Haji Ahmad Sujarwo mengawali sambutannya dengan salam dan penghormatan kepada para alim ulama, kiai, serta seluruh jajaran pengurus NU (Mustasyar MWCNU, Tanfidziyah), Banom NU (Muslimat, Ansor, Fatayat, IPNU, IPPNU) di tingkat ranting dan kecamatan Kademangan, Blitar, serta aparat pemerintahan setempat (Camat, Kapolsek, Danramil, KUA, Kepala Desa Plosorejo).
•Beliau menyampaikan rasa syukur (3:56 • 6:53) atas perayaan Satu Abad NU, sebuah momentum yang mungkin hanya dialami sekali seumur hidup oleh para hadirin. Perayaan ini diharapkan memperkuat keimanan (6:53 • 10:14) pada ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah An•Nahdliyah dan menjaga warga NU dari paham•paham yang menyimpang.
•Puncak sambutan adalah penjelasan tentang makna sejarah dan peran global NU (10:14 • 15:46). Beliau menceritakan bahwa NU didirikan 100 tahun yang lalu di Bubutan, Kebon Dalem, Langgar Kipo, Surabaya, melalui musyawarah para ulama Jawa Timur. Ia menekankan bahwa NU adalah organisasi yang besar, luas, dan mendunia (sudah ada PCNU di Cina, Amerika, dll.) dan didirikan oleh para waliyullah (Mbah Hasyim Asy'ari).
•Selanjutnya, beliau menyampaikan empat kewajiban utama (15:46 • 29:30) bagi warga NU, yang intinya adalah menjaga agama, menjaga negara, menjaga amanah, dan merawat umat.
Acara peringatan Satu Abad NU di MWCNU Kademangan (29:30 • 32:45) juga diisi dengan berbagai kegiatan: lomba•lomba (SD/MI), Sema'an Al•Qur'an (Jami'atul Qurro' wal Huffadz), dan puncaknya adalah pemberangkatan lima bus anggota NU dan Banomnya ke Sidoarjo pada 6 Februari 2023 untuk mengikuti peringatan Harlah Satu Abad NU.
•Penutup (32:45 • 35:40) disampaikan dengan permohonan maaf dan dilanjutkan dengan tausiyah oleh Al•Mukarrom Romo Kiai Haji Marzuki Mustamar pada acara peringatan Rajabiyah yang akan datang.
Poin-Poin Penting
Poin-Poin Penting
• Peringatan Historis: Perayaan Satu Abad Harlah Nahdlatul Ulama (NU) sebagai momentum sekali seumur hidup. Poin-Poin Penting (Key Takeaways)
Sejarah 1 Abad NU: Kilas balik pendirian NU 100 tahun lalu di Bubutan, Surabaya, oleh para Ulama sebagai respons terhadap kondisi bangsa dan agama.
Legalitas Negara (Siyasah Syari'yyah): Penjelasan tentang bagaimana NU memberikan legitimasi syariat bagi NKRI. Presiden Soekarno diangkat sebagai Waliyyul Amri Ad-Dhoruri Bisy-Syaukah untuk memastikan Indonesia bukan negara thaghut, melainkan negara kesepakatan (Mitsaqon Ghalidza).
Fiqih Peradaban & Piagam PBB: Pandangan progresif bahwa Piagam PBB harus dilihat sebagai kesepakatan damai yang sah secara syariat untuk menghindari perang terus-menerus (Darul Harbi) dan menciptakan tatanan dunia yang damai.
Kritik Radikalisme: Gus Lik menyinggung kasus "surat wasiat bom Surabaya" sebagai contoh bahaya doktrin kebencian yang memutus hubungan kasih sayang antara anak dan orang tua. Beliau menegaskan "Wong NU ora oleh benci" (Orang NU tidak boleh membenci).
Pentingnya Sanad Keilmuan: Peringatan agar berhati-hati dalam memilih guru dan pondok pesantren. Ilmu harus memiliki sanad yang jelas agar tidak terjerumus dalam pemahaman yang ekstrem.
Toleransi Umat Beragama: Penjelasan mengenai klasifikasi non-muslim (kafir dzimmi, mu'ahad, harbi) dalam konteks negara modern, di mana warga negara non-muslim di Indonesia yang sah harus dilindungi haknya.
• Peran Global dan Kekuatan NU: NU adalah organisasi Islam terbesar yang sudah mendunia (memiliki cabang di Amerika, Cina, dll.) dan didirikan oleh para waliyullah.
• Wajib Menjaga Ajaran (Hifdzuddin): Kewajiban warga NU untuk menjaga akidah dan keyakinan (Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah) dari pengaruh paham yang merusak (radikalisme/terorisme).
• Wajib Menjaga Negara (Hifdzu Daulah): Kewajiban menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
• Mencari Legitimasi Syariat Negara: Pembahasan di Muktamar NU internasional mencari legalitas secara syariat Islam bagi negara bangsa (NKRI) dan mendamaikan dunia, termasuk menghadapi isu radikalisme.
• Membangun Karakter Umat: Warga NU harus memiliki kepedulian sosial (infak), integritas/komitmen (wal kazhiminal ghaidza, tidak mudah terpengaruh), dan toleransi sosial (wal 'afina anin nas).
• Ancaman Degradasi Moral: Kekhawatiran terhadap tantangan global dan informasi yang merusak moral generasi muda (khususnya santri/pelajar), yang dapat menyebabkan hilangnya iman (melarikan diri dari ulama).
• Sanad Keilmuan: Pentingnya sanad keagamaan yang jelas dan terjaga (berkesinambungan hingga Rasulullah ﷺ) bagi warga NU.
• Kegiatan MWCNU Kademangan: Puncak acara di tingkat kecamatan adalah pemberangkatan lima bus menuju peringatan Harlah Satu Abad NU di Sidoarjo pada 6 Februari 2023.
• Peringatan Historis: Perayaan Satu Abad Harlah Nahdlatul Ulama (NU) sebagai momentum sekali seumur hidup. Poin-Poin Penting (Key Takeaways)
Sejarah 1 Abad NU: Kilas balik pendirian NU 100 tahun lalu di Bubutan, Surabaya, oleh para Ulama sebagai respons terhadap kondisi bangsa dan agama.
Legalitas Negara (Siyasah Syari'yyah): Penjelasan tentang bagaimana NU memberikan legitimasi syariat bagi NKRI. Presiden Soekarno diangkat sebagai Waliyyul Amri Ad-Dhoruri Bisy-Syaukah untuk memastikan Indonesia bukan negara thaghut, melainkan negara kesepakatan (Mitsaqon Ghalidza).
Fiqih Peradaban & Piagam PBB: Pandangan progresif bahwa Piagam PBB harus dilihat sebagai kesepakatan damai yang sah secara syariat untuk menghindari perang terus-menerus (Darul Harbi) dan menciptakan tatanan dunia yang damai.
Kritik Radikalisme: Gus Lik menyinggung kasus "surat wasiat bom Surabaya" sebagai contoh bahaya doktrin kebencian yang memutus hubungan kasih sayang antara anak dan orang tua. Beliau menegaskan "Wong NU ora oleh benci" (Orang NU tidak boleh membenci).
Pentingnya Sanad Keilmuan: Peringatan agar berhati-hati dalam memilih guru dan pondok pesantren. Ilmu harus memiliki sanad yang jelas agar tidak terjerumus dalam pemahaman yang ekstrem.
Toleransi Umat Beragama: Penjelasan mengenai klasifikasi non-muslim (kafir dzimmi, mu'ahad, harbi) dalam konteks negara modern, di mana warga negara non-muslim di Indonesia yang sah harus dilindungi haknya.
• Peran Global dan Kekuatan NU: NU adalah organisasi Islam terbesar yang sudah mendunia (memiliki cabang di Amerika, Cina, dll.) dan didirikan oleh para waliyullah.
• Wajib Menjaga Ajaran (Hifdzuddin): Kewajiban warga NU untuk menjaga akidah dan keyakinan (Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah) dari pengaruh paham yang merusak (radikalisme/terorisme).
• Wajib Menjaga Negara (Hifdzu Daulah): Kewajiban menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
• Mencari Legitimasi Syariat Negara: Pembahasan di Muktamar NU internasional mencari legalitas secara syariat Islam bagi negara bangsa (NKRI) dan mendamaikan dunia, termasuk menghadapi isu radikalisme.
• Membangun Karakter Umat: Warga NU harus memiliki kepedulian sosial (infak), integritas/komitmen (wal kazhiminal ghaidza, tidak mudah terpengaruh), dan toleransi sosial (wal 'afina anin nas).
• Ancaman Degradasi Moral: Kekhawatiran terhadap tantangan global dan informasi yang merusak moral generasi muda (khususnya santri/pelajar), yang dapat menyebabkan hilangnya iman (melarikan diri dari ulama).
• Sanad Keilmuan: Pentingnya sanad keagamaan yang jelas dan terjaga (berkesinambungan hingga Rasulullah ﷺ) bagi warga NU.
• Kegiatan MWCNU Kademangan: Puncak acara di tingkat kecamatan adalah pemberangkatan lima bus menuju peringatan Harlah Satu Abad NU di Sidoarjo pada 6 Februari 2023.
Tanggal Pengajian
Kamis, 26 Januari 2023
Durasi
75 menit
Ditambahkan
18/11/2025
Slug
pmj-kademangan-mengupas-sejarah-nu-piagam-pbb-dan-bahaya-doktrin-kebencian